Jalan Lintas Takengon-Blangkejeren Didanai JICA

Takengon – Jarak tempuh normal Takengon-Blangkejeren selama ini memerlukan waktu empat hingga lima jam, dengan satu-satunya alternatif melalui jalan Isaq, Kecamatan Linge. “Seharusnya dapat ditempuh dalam waktu hanya 2,5 jam,” ujar Wakil Ketua DPR Aceh Sulaiman Abda, ketika meninjau jalan lintas Takengon-Blangkejeren, Sabtu 9 Maret 2013.

Hari itu, Sulaiman didampingi Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, meninjau jalan lintas itu melalui jalur Serule, Kecamatan Bintang. Lintasan Takengon-Blangkejeren melalui Serule inilah yang diharapkan dapat memperpendek waktu tempuh. Apalagi untuk pembangunannya didanai Japan International Cooperation Agency (JIKA) dalam bentuk pinjaman lunak Rp600 miliar lebih.

Pembangunan jalan Takengon-Blangkejeren dibagi dalam tiga seksi. Seksi I dimulai dari Simpang Kraf-Ise ise sejauh 34 kilometer, Seksi II Ise ise-Blangkejeren 65 kilometer, dan seksi III dimulai dari Takengon-Simpang Serule-Simpang Kraf sepanjang 49 kilometer.

Sulaiman mengatakan pembangunan jalan ada yang sudah selesai tender dan masih ada pula yang sedang proses. Namun dia mengakui progress-nya belum sesuai harapan. “DPR Aceh akan berupaya mendorong Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat supaya cepat selesai,” ujar Sulaiman.

Menurut Kepala UPTD Bina Marga Cipta Karya Wilayah III, Idris, seksi I kontraknya Rp207 miliar dan dikerjakan oleh PT Nindya karya, saat ini sedang dalam proses pencairan uang muka. Demikian pula, kata dia, dengan seksi II senilai Rp183 miliar dimenangkan oleh PT Wijaya Karya, juga sedang proses pencairan uang muka. “Untuk seksi III pagunya Rp250 miliar, saat ini sedang proses pelelangan,” ujarnya.

Bupati Nasaruddin menuturkan sangat besar manfaat yang didapatkan masyarakat jika jalan dapat selesai. Selain menambah alternatif jalur transportasi, kata dia, juga karena jalan yang selama ini dipergunakan masyarakat melalui Isaq terlalu sempit dan banyak tikungan.

Masyarakat yang sejak lama hidup dan bertani di sekitar ruas jalan itu, kata Nasaruddin, berharap kondisi jalan dapat berdampak pada meningkatnya perekonomian. “Jika selesai nanti, kita harapkan menjadi jalur utama yang menghubungkan pesisir utara dan wilayah tenggara Aceh.”

Sumber: ATJEHPOST.com (11 Maret 2013), Diakses: 24 Maret 2013

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *