Pengembangan Infrastruktur Berbasis Penataan Ruang

Denpasar – Pengembangan infrastruktur harus dilandasi dengan kesesuaian terhadap rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Demikian disampaikan Direktur Bina Program, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum Harris Hasudungan Batubara pada koordinasi, sinkronisasi dan sinergi program pusat-daerah untuk Penajaman Program Penyelenggaraan Jalan tahun 2014 Ditjen Bina Marga di Denpasar (7/3).

Pada sesi pengarah selanjutnya, Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum Winarno juga menuturkan bahwa penyusunan program diharapkan berbasiskan penataan ruang. “Melalui program penanganan jalan nasional, diharapkan dapat menunjang Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET),” tambah Winarno.

Agenda acara konreg penajaman program 2014 diawali dengan arahan program Ditjen Bina Marga 2014 yang disampaikan oleh Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga. Dilanjutkan dengan arahan tata ruang yang dalam kesempatan tersebut disampaikan oleh perwakilan dari Ditjen Penataan Ruang yaitu Kepala Balai Informasi Penataan Ruang (BIPR) Taufan Madiasworo, dan Kasubdit Pengaturan Direktorat Perkotaan Azwir Malaon, serta arahan desk disampaikan oleh Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II, Ditjen Bina Marga.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan Ditjen Penataan Ruang memaparkan tentang arahan pengembangan infrastruktur yang berbasis pada rencana tata ruang, sehingga dalam kaitan tersebut pengembangan infrastruktur jalan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara merujuk kepada Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN), Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Perkotaan Denpasar-Badung-Ginyar-Tabanan (Sarbagita), RTR KAPET Bima, KSN KAPET Mbay, serta RTR kawasan perbatasan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Taufan menyampaikan bahwa KSN adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional. “Untuk itu pengembangan infrastruktur perlu diprioritaskan pada KSN dalam hal ini KSN Perkotaan Sarbagita, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu memberikan implikasi pada pengembangan wilayah di sekitarnya,” jelas Taufan. Pada kesempatan yang sama, Azwir juga mengungkapkan bahwa KAPET merupakan cikal bakal pertumbuhan baru di Indonesia.”Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh KAPET ini asal kita bisa membantu lebih maksimal,” tambah Azwir.

Acara ini diselenggarakan selama dua hari, 7-8 Maret 2013 di Denpasar, dan ditutup oleh Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah II Ditjen Bina Marga. Turut hadir para pejabat terkait dengan program yang dilaksanakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) VIII di Provinsi Bali, NTB dan NTT.

Sumber: penataanruang.pu.go.id (11 Maret 2013), Diakses: 24 Maret 2013

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *