Kabupaten Gayo Lues, Negeri Seribu Bukit, Bumi Tari Saman

Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang beribukota di Blangkejeren. Secara geografis kabupaten ini memiliki luas wilayah mencapai 5.719,58 Km yang terbagi dalam 11 Kecamatan dan 144 Kampung, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002.

Kabupaten yang terletak di tengah tenggara Aceh ini merupakan daerah yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Aceh. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Timur di sebelah utara, Kabupaten Aceh Tenggara dan Kabupaten Aceh Barat Daya di sebelah selatan, Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara di sebelah timur serta Kabupaten Aceh Barat Daya di sebelah barat.

Kabupaten Gayo Lues dianugerahi oleh bentangan alam yang sangat indah, laiknya kepingan tanah dari surga. Keindahan alam negeri yang mendapat julukan sebagai Negeri Seribu Bukit ini, telah dikenal luas di manca negara sebagai kawasan yang memiliki biodiversitas paling kaya sedunia, yakni Taman Nasional Gunung Leuser. Selain kekayaan akan keindahan alam, daerah ini juga menyimpan ribuan pesona budaya lainnya yang telah menjadi daya tarik wisatawan nusantara maupun manca negara, seperti diantaranya kesenian: Saman, Bines, Didong, Dabus, Malengkan, dan Pacuan Kuda Tradisional. Bahkan, Tari Saman telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia melalui lembaga PBB, UNESCO.

Pada masa Kerajaan Sultan Iskandar Muda yang kemudian diadopsi oleh Administrasi Pendudukan Belanda di Aceh, daerah Gayo dan Alas secara resmi dimasukkan ke dalam wilayah administratif Aceh. Wilayah Gayo dan Alas dibagi atas beberapa daerah yang disebut Kejurun, walaupun jauh sebelumnya telah hidup dan berkembang sistem pemerintahan lokal Reje dan Reje Cik di Gayo Lues, di bawah kepemerintahan Kerajaan Linge. Daerah Gayo dan Alas dibagi atas delapan Kejuruan. Enam di Gayo dan Dua di Tanah Alas. Di Gayo yaitu Kejuruan Bukit, Linge, Syiah Utama, Petimang (dibaca: Patiamabang), Bebesen dan Abuk; Dan di Tanah Alas, Kejurun Batu Mbulan dan Bambel. Kejuruan Patiambang berkedudukan di Penampaan, dengan luas daerah seluruh Gayo Lues.

Gayo Lues memiliki kerajinan khas daerahnya, salah satunya Bordir Kerawang Gayo. Bordir Kerawang memiliki corak yang khas, dimana mempunyai makna filosofi yang dalam setiap ukiran dan bentuknya. Bordir Kerawang Gayo yang ini selain dipakai sebagai baju kebesaran daerah, di zaman modern ini juga sering dipakai untuk hiasan dinding, alas meja, motif pakaian, tas, dan lain-lain. Motif Kerawang Gayo tidak hanya diminati masyarakat lokal saja, namun daerah Aceh lainnya juga banyak mencari motif ini. Wisatawan dari luar Aceh juga menyukai kerajinan yang menggunakan Kerawang Gayo ini.

Gayo Lues juga memiliki makanan khas daerahnya sendiri, seperti Gutel, Due Kali, Pengat, Cicah Legop, Tumpi, Cicah Renggilong, Cicah Kemili, Cicah Sere, Cicah Lengkues, Cicah Dengke, Poem Riyes, Kero Toum, Engkul, Cicah Kayu Tengango, Leladu dan lain sebagainya.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *